You are not here just to fill the space and to be a background character in someone else's movie.
Consider this : (nothing would be the same if you did not exist). Every place you have ever been and everyone you have ever spoken to would be different without you.
We are all connected, and we are all affected by the decisions and even the existence of those around us.
Rabu, 28 Agustus 2013
Senin, 07 Januari 2013
Trouble in the heaven
On board,,
At that time, I peacefully sailed out to the South China Sea.
I could calmly navigate to Gladstone, Australia since it seemed that heavy
rains chilled the heat of the board and sky with dark clouds made a high wind.
This tranquilty was like a calm before the storm because I would navigate the
Pacific Ocean with heavy storm during Monsoon season. However, I wanted to
enjoy this moment. My life with sailing has been almost 4 years and I thought
that I had known what I should do at that time.
On that day, the Street of Taiwan was very calm, but heavy
squalls with frequent thunder and lightning existed during the rainy season.
While chatting with a duty quarter master when a third officer handed over
navigation watch, my ship was boastingly speeding along an estimated course
toward Darwin with speed about 16 knots sneering at slow ships. Upon watching a
huge vessel ahead, I was trying to speed up and overtake it.
Because of storm cloud and heavy squall, my radar showed some
fuzzy and vague images, but I thought it did not matter to catch up. I placed
the stem heading on the left because it seemed port side was wide and clear to
steer. My ship was approaching to the huge vessel, but it seemed okay to
overtake it. But this was just what I thought, the thing were abruptly changed.
Hard Port!!! This was time when I saw the red light of the
heading vessel. Because my ship was over 15 knots, it turned to port side with
strong shake and made it very close to the vessel.
I could escape from the peril while circling 90 degree from
the true course, and I could not calm down to the close call. While my ship
returned the true course, steered off to starboard to go to the alter course
and I was cooling off, a lightning made me see a bulk carrier which was getting
close to our heading. Until then, my Radar and naked eyes could not catch it.
Deciding to starboard to avoid a collision, I continued go to the starboard
side, but I observed that the bulk carrier altered course to our heading, which
was the port. Seemingly, the bulk carrier noticed me for the first time at that
moment. Regardless of this situation heavy squall was pouring us down, and it
seemed that thunder and lightning warned us of what would happen in the near
future.
At this moment, I made the worst mistake to quickly issue the
hard port…and then…
Unfortunately, the bulk carrier turned to starboard while I
stopped starboarding and started to hard port. I could not turn to the other
side, and it was too short to turn to the hard port hoping that the bulk
carrier swiftly turned to the port.
Although the bulk
carrier turned to port approaching to my heading, it was still to late
to put the clock back. I realized that I could not help colliding with the
carrier, and I stopped the engine while turning to starboard where the carrier
passed my heading less than 0.4NM. In the end the bulk carrier passed and I
could continued the voyage normally.
Recalling the near miss, it does not make any sense to me. It
seems that most of accidents arise from carelessness. It is a shame that the
accident could happen because did not pay any attention to the environment
around us.
Additionally, there have been many manuals and materials that
can be used for pedagogical purpose in safe navigation, because safety
navigation is the most important things during at sea. This is to known to
everybody, but it is not easy to act in accordance with this simple lesson.
That is all of my short story and I called it ‘trouble in the
heaven’
Bon voyage
Senin, 04 Juni 2012
Tanpa Tinta
Ms. Sleeping Beauty
Kenapa namamu hadir di saat semua pintu hati kan ku tutup?
Kenapa suara mu terdengar di saat telinga ku rapatkan?
Kenapa nama mu tertera di saat mata ini telah menutup?
Kenapa kau baru nyata di saat telah ku abdikan hati ini untuk yang fana, tidak berujung?
Kenapa kau baru nampak saat telah ku relakan diri ini untuk menghilang?
Kaulah anugerah. Hanya itu jawabku.
Saat pintu hati telah tertutup rapat, saat telinga ini tak ingin lagi mendengar, saat mata ini tertutup, engkau sudah ada didalamnya, tak ada lagi yang lain.
Sungguh, garis senyum dan lentik jemari serta hangat perhatianmu takkan pernah terlepas dari ingatan si pelupa ini. Takkan..
Sungguh, hangat dekapan dan sapaan serta renyah suaramu belum hengkang dari peredaran hati si penyendiri ini. Belum..
Apa aku berhak untuk memilikinya? Aku semakin bingung dalam kebimbangan yang tak tentu. Aku takut kan berada pada tempat yang seharusnya tak berhak kumiliki. Aku takut hancur dengan harapanku yang semu. Akankah aku kini sebuah bunga yang tumbuh layu di atas padang gersang, berharap hujan kan hadir menyirami tanah ini, Menjadikannya subur dan menghadirkan warna warni bunga yang harum?
Berhak kah aku atas perasaanku sendiri? Benarkah asa dan harap ini tak akan membuat orang lain kecewa karena aku telah membawanya dalam hari-hari ku yang semu? Seandainya saja aku memiliki sedikit keberanian untuk mencipta rindu..
Hari itu, aku ingat betul aku merasa telah begitu lama mengenalmu, bukan hanya akrab, tetapi dekat. Pada masa jauh sebelum aku lahir, bahkan lama setelah aku mati. Dan jarak antara kelahiran dan kematianku, aku merasa pernah bersatu denganmu. Entah dimana..
Sorot tajam tatap mata memberi kehangatan, menusuk jiwa yang sepi.
Tiba-tiba saja kehadiranmu menjadi begitu penting.
Ya, kamu, dengan senyumanmu membiusku perlahan, merasakan kembali gelora di dada yang lama mati suri.
Aku hanya bisa membatin, hanya air mata yang mengalir membasahi pipi ini.
Aku yakin, percaya akan suatu waktu.
Tidak banyak, tetapi ada orang yang berpikir bahwasanya segala sesuatu harus melalui waktu, dan membiarkan waktu yang menjawab suatu persoalan.
Tapi tidak denganku.
Menurutku, waktu ibarat setiap hela nafas yang kita hela lalu hembus, sesuatu yang sangat berharga dalam hidup ini, seperti dalam film seri Jack Bauer , setiap detik begitu berharga demi suksesnya sebuah misi.
Kehadiranmu adalah anugerah. Terindah dari apa yang pernah ada dan yang akan ada. aku ingin menjalani proses kehidupan ini bersamamu.
Semua melalui proses dan waktu, dan kamu tahu itu. Semua ada waktunya.
Kenapa suara mu terdengar di saat telinga ku rapatkan?
Kenapa nama mu tertera di saat mata ini telah menutup?
Kenapa kau baru nyata di saat telah ku abdikan hati ini untuk yang fana, tidak berujung?
Kenapa kau baru nampak saat telah ku relakan diri ini untuk menghilang?
Kaulah anugerah. Hanya itu jawabku.
Saat pintu hati telah tertutup rapat, saat telinga ini tak ingin lagi mendengar, saat mata ini tertutup, engkau sudah ada didalamnya, tak ada lagi yang lain.
Sungguh, garis senyum dan lentik jemari serta hangat perhatianmu takkan pernah terlepas dari ingatan si pelupa ini. Takkan..
Sungguh, hangat dekapan dan sapaan serta renyah suaramu belum hengkang dari peredaran hati si penyendiri ini. Belum..
Apa aku berhak untuk memilikinya? Aku semakin bingung dalam kebimbangan yang tak tentu. Aku takut kan berada pada tempat yang seharusnya tak berhak kumiliki. Aku takut hancur dengan harapanku yang semu. Akankah aku kini sebuah bunga yang tumbuh layu di atas padang gersang, berharap hujan kan hadir menyirami tanah ini, Menjadikannya subur dan menghadirkan warna warni bunga yang harum?
Berhak kah aku atas perasaanku sendiri? Benarkah asa dan harap ini tak akan membuat orang lain kecewa karena aku telah membawanya dalam hari-hari ku yang semu? Seandainya saja aku memiliki sedikit keberanian untuk mencipta rindu..
Hari itu, aku ingat betul aku merasa telah begitu lama mengenalmu, bukan hanya akrab, tetapi dekat. Pada masa jauh sebelum aku lahir, bahkan lama setelah aku mati. Dan jarak antara kelahiran dan kematianku, aku merasa pernah bersatu denganmu. Entah dimana..
Sorot tajam tatap mata memberi kehangatan, menusuk jiwa yang sepi.
Tiba-tiba saja kehadiranmu menjadi begitu penting.
Ya, kamu, dengan senyumanmu membiusku perlahan, merasakan kembali gelora di dada yang lama mati suri.
Aku hanya bisa membatin, hanya air mata yang mengalir membasahi pipi ini.
Aku yakin, percaya akan suatu waktu.
Tidak banyak, tetapi ada orang yang berpikir bahwasanya segala sesuatu harus melalui waktu, dan membiarkan waktu yang menjawab suatu persoalan.
Tapi tidak denganku.
Menurutku, waktu ibarat setiap hela nafas yang kita hela lalu hembus, sesuatu yang sangat berharga dalam hidup ini, seperti dalam film seri Jack Bauer , setiap detik begitu berharga demi suksesnya sebuah misi.
Kehadiranmu adalah anugerah. Terindah dari apa yang pernah ada dan yang akan ada. aku ingin menjalani proses kehidupan ini bersamamu.
Semua melalui proses dan waktu, dan kamu tahu itu. Semua ada waktunya.
Kita
bahagia bukan karena sudah waktunya. Kita bangkit dan maju dari rasa
bersalah akan masa lalu bukan karena sudah waktunya. Aku mencintaimu
bukan karena sudah waktunya. Aku hanya ingin merasakan kebahagiaan
tersebut bersama kamu. Dan aku tidak akan membuang atau menunggu waktu
lama untuk membuat kamu bahagia.
Indah pada waktunya bukan berarti kita menunggu lalu kemudian sesuatu akan menjadi indah pada waktunya, tetapi kitalah yang memanfaatkan waktu yang ada tersebut menjadi indah, tentu saja disertai dengan usaha dan doa.
Action equals reaction, einstein said that, did he?
I'm not persuade you to change the way your thinking, aku hanya ingin kamu menjadi diri kamu sendiri. Itu saja.
Do what you wanna do, share it with your friends, cry it with them, talk about your worried to them and argue it. Read your Novel and spend time with it to contemplating and then pray. Write some notes or tweet something, tell the whole world what's in your mind. Do shopping, and make friends with your hobbies. Listen to your music to ease your sorrow and play with your favorite violin. Gather with your family, so you could hear a life story from them. Ooo, i know you'd like it, go, do it with everyone you wanted to do. Go travel, so you can release your stress. Do your routine job, and spend your time with it. Go glam and fitting your dress. Sleep like a polar bear, then hibernate.
All i want you to do is just be yourself, and when it comes to you to need someone to rely on, you can lean on me, cause i will always be right there at your side, not physically, but when its time, i will give it to you forever.
Mungkin kita pernah gagal perihal cinta, dan menorehkan bekas luka yang seumur hidup tidak akan terlupakan. Namun, biarkan aku mencoba menjahit kembali luka-luka itu dan memberi sesuatu yang baru. Karena aku ingin kamu, itu saja.
Aku disini, menunggu waktunya datang kelak dan hanya mengunci hati untuk namamu sebab sungguh, senyuman itu yang menyenangkan aku.
Indah pada waktunya bukan berarti kita menunggu lalu kemudian sesuatu akan menjadi indah pada waktunya, tetapi kitalah yang memanfaatkan waktu yang ada tersebut menjadi indah, tentu saja disertai dengan usaha dan doa.
Action equals reaction, einstein said that, did he?
I'm not persuade you to change the way your thinking, aku hanya ingin kamu menjadi diri kamu sendiri. Itu saja.
Do what you wanna do, share it with your friends, cry it with them, talk about your worried to them and argue it. Read your Novel and spend time with it to contemplating and then pray. Write some notes or tweet something, tell the whole world what's in your mind. Do shopping, and make friends with your hobbies. Listen to your music to ease your sorrow and play with your favorite violin. Gather with your family, so you could hear a life story from them. Ooo, i know you'd like it, go, do it with everyone you wanted to do. Go travel, so you can release your stress. Do your routine job, and spend your time with it. Go glam and fitting your dress. Sleep like a polar bear, then hibernate.
All i want you to do is just be yourself, and when it comes to you to need someone to rely on, you can lean on me, cause i will always be right there at your side, not physically, but when its time, i will give it to you forever.
Mungkin kita pernah gagal perihal cinta, dan menorehkan bekas luka yang seumur hidup tidak akan terlupakan. Namun, biarkan aku mencoba menjahit kembali luka-luka itu dan memberi sesuatu yang baru. Karena aku ingin kamu, itu saja.
Aku disini, menunggu waktunya datang kelak dan hanya mengunci hati untuk namamu sebab sungguh, senyuman itu yang menyenangkan aku.
Selasa, 20 Maret 2012
sail over 7seas
Kamu
"Berlayar, menuju mimpi ketika matahari perlahan naik ke deklinasi 15 derajat, aku menengadah lurus ke Cakrawala. Arah mana? Aku pun tak tahu.
Angin berhembus searah dengan lambung kapal, diiringi oleh riak ombak berskala 5 beaufort, burung elang laut lalu lalang di geladak, semangat untuk memangsa ikan pada pagi yang indah ini.
Tak sadar, aku berada di pesisir pantai tanjung harapan!
Lumba-lumba dan paus biru membuat radar bingung, apakah itu sebuah benda atau kapal? Segera saja aku perintahkan jurumudi untuk merubah haluan ke arah kanan 10 derajat.
Ah, itu kawanan lumba-lumba, gumamku kesal.
Hal yang lumrah didaerah coastal.
Engkau datang seindah embun, sesejuk angin pagi yang seakan berlomba dengan mentari pagi menembus jendela dengan mudahnya, menebar tawa dengan pesona. Aku terbius sesaat tak sadar diri, terdiam lalu tersenyum menyanyi. Lalu siang pun datang.
Membuyarkan lamunanku untuk segera menghitung meridian passage dari matahari, hal yang selalu aku lakukan untuk menemukan error kompas magnit.
Sesaat kemudian, pikiranku buyar oleh sebuah pertanyaan.
Kenapa kau hadir dikehidupanku yang sangat biasa, berlalu, berjalan dan bergulir hampa, ibarat perairan selat malaka, tenang dan seperti kaca.
Kenapa kau hadir di kehidupanku yang sebelumnya biasa tanpamu?
Pertanyaan yang sering di pertanyakan oleh mereka, bahkan olehku sendiri. Pertanyaan yang sering menghiasi waktu senggangku yang berhiaskan lamunan, kosong namun menghanyutkan.
Kisah tentang seraut wajah yang indah untukku disaat akal dan hati belum berjalan beriringan berdampingan, tapi yang pasti nama dan ingatan tentangnya takkan pernah ku lupa. Nama yang luar biasa, wajah yang sempurna membuatku tak bisa bertahan dari guratan wajah lainnya selama beberapa lama.
Seindah rasi bintang canis major , orion dan southern cross.
Inilah aku, atau mungkin mereka. Tak banyak tapi aku yakin ada. Sebagian orang yang menunggu seseorang yang amat berharga, bahkan sampai saat ini dimana kau menjalani hari-hari bersama hati yang berbeda.
Aku bukan pecinta sempurna, aku bukan juga seorang pujangga, terkadang kalimatku pun tak bermakna. Aku hanya punya tempat di hati dan pikiranku untukmu yang bisa ku berikan padamu sementara keadaan yang seperti ini.
Kau datang di saat aku belum bisa mengerti hati dan menghargai rasa yang ada, namun itu semua sudah cukup membuatku berpikir bahwa kau adalah satu-satunya.
Dalam ketermenungan akan sebuah pertanyaan kau datang membawa apa yang sebenarnya diri ini mau dan ingin merasa. Inikah yang di namakan orang jatuh hatinya, yang ketika sebuah nama tersebut berada depan mata maka seluruh tubuh terasa bergetar inginnya?
Tapi saat ini pertanyaan itu belum terjawab walau kaulah 'siapa' yang aku cari keberadaannya, kaulah 'apa' yang ku inginkan adanya.
Aku disini untukmu kapanpun kau datang mencari takkan aku beranjak pergi selamanya.
Aku masih tetap disini, mengunci hati hanya untuk namamu.
"Berlayar, menuju mimpi ketika matahari perlahan naik ke deklinasi 15 derajat, aku menengadah lurus ke Cakrawala. Arah mana? Aku pun tak tahu.
Angin berhembus searah dengan lambung kapal, diiringi oleh riak ombak berskala 5 beaufort, burung elang laut lalu lalang di geladak, semangat untuk memangsa ikan pada pagi yang indah ini.
Tak sadar, aku berada di pesisir pantai tanjung harapan!
Lumba-lumba dan paus biru membuat radar bingung, apakah itu sebuah benda atau kapal? Segera saja aku perintahkan jurumudi untuk merubah haluan ke arah kanan 10 derajat.
Ah, itu kawanan lumba-lumba, gumamku kesal.
Hal yang lumrah didaerah coastal.
Engkau datang seindah embun, sesejuk angin pagi yang seakan berlomba dengan mentari pagi menembus jendela dengan mudahnya, menebar tawa dengan pesona. Aku terbius sesaat tak sadar diri, terdiam lalu tersenyum menyanyi. Lalu siang pun datang.
Membuyarkan lamunanku untuk segera menghitung meridian passage dari matahari, hal yang selalu aku lakukan untuk menemukan error kompas magnit.
Sesaat kemudian, pikiranku buyar oleh sebuah pertanyaan.
Kenapa kau hadir dikehidupanku yang sangat biasa, berlalu, berjalan dan bergulir hampa, ibarat perairan selat malaka, tenang dan seperti kaca.
Kenapa kau hadir di kehidupanku yang sebelumnya biasa tanpamu?
Pertanyaan yang sering di pertanyakan oleh mereka, bahkan olehku sendiri. Pertanyaan yang sering menghiasi waktu senggangku yang berhiaskan lamunan, kosong namun menghanyutkan.
Kisah tentang seraut wajah yang indah untukku disaat akal dan hati belum berjalan beriringan berdampingan, tapi yang pasti nama dan ingatan tentangnya takkan pernah ku lupa. Nama yang luar biasa, wajah yang sempurna membuatku tak bisa bertahan dari guratan wajah lainnya selama beberapa lama.
Seindah rasi bintang canis major , orion dan southern cross.
Inilah aku, atau mungkin mereka. Tak banyak tapi aku yakin ada. Sebagian orang yang menunggu seseorang yang amat berharga, bahkan sampai saat ini dimana kau menjalani hari-hari bersama hati yang berbeda.
Aku bukan pecinta sempurna, aku bukan juga seorang pujangga, terkadang kalimatku pun tak bermakna. Aku hanya punya tempat di hati dan pikiranku untukmu yang bisa ku berikan padamu sementara keadaan yang seperti ini.
Kau datang di saat aku belum bisa mengerti hati dan menghargai rasa yang ada, namun itu semua sudah cukup membuatku berpikir bahwa kau adalah satu-satunya.
Dalam ketermenungan akan sebuah pertanyaan kau datang membawa apa yang sebenarnya diri ini mau dan ingin merasa. Inikah yang di namakan orang jatuh hatinya, yang ketika sebuah nama tersebut berada depan mata maka seluruh tubuh terasa bergetar inginnya?
Tapi saat ini pertanyaan itu belum terjawab walau kaulah 'siapa' yang aku cari keberadaannya, kaulah 'apa' yang ku inginkan adanya.
Aku disini untukmu kapanpun kau datang mencari takkan aku beranjak pergi selamanya.
Aku masih tetap disini, mengunci hati hanya untuk namamu.
Rabu, 19 Oktober 2011
Kota Tua.....
Langganan:
Postingan (Atom)